Beberapa Karakter Anak Di Minangkabau Berdasarkan Filosofi Alam

Manusia dan Alam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Jelas apabila tidak ada keseimbangannya,  maka salah satunya akan binasa dan tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya. Oleh sebab itu Alam dan manusia dua hal yang saling ketergantungan dan berkaitan.




Itulah sebabnya maka masyarakat Minangkabau menjadikan alam sebagai sesuatu yang dapat dijadikan sumber pengetahuan dalam kehidupannya. Alam sering dijadikan pdoman dan contoh dalam menata kehidupan, alam dijadikan guru dalam beberapa hal, sehingga masyarakat Minangkabau menyebut "Alam Takambang Jadikan Guru".

Masyarakat Minangkabau yang menganut garis keturunan dari Ibu (Matriakat) menjadikan anak sebagai sesuatu yang diprioritaskan, karena anaklah nantinya yang akan melanjutkan keturunan berikutnya. Anak diharapkan akan mampu menaikan kualitas dari kehidupan yang pernah dicapai orang tua, sehingga diharapkan anak akan mampu " Mambangkik Batang Tarandam" dari kehidupan sebelumnya.

Maka tak heran jika lahir beberapa istilah yang diambil dari alam sekitar untuk dijadikan filosofi dalam menggambarkan keberadaan seorang anak. Lahir beberapa kiasan dalam hal pendidikan anak. Berikut akan dibahas empat sifat anak yang diambil dari alam sekitar.

Yang pertama disebut dengan "Anak Batu Lado", Batu lado adalah sejenis alat tradisional berbahan batu yang digunakan biasanya oleh Ibu-ibu untuk penghancur cabe.. Maksud dari anak Batu Lado adalah suatu sikap atau karakter dari seorang anak yang hanya merepotkan, tidak punya belas kasihan dan tidak mau memikirkan orang tuanya. Dia hanya bersenang-senang diatas penderitaan orang tuanya.

Yang kedua disebut dengan " Anak Panah ". Panah atau Busur mempunyai ujung yang digunakan sebagai alat untuk membidik sasaran, Anak panah akan berpisah dari induknya setelah ditembakan. Sikap anak seperti ini diidentikan sebagai anak yang lupa tentang orang tuanya apabila renggang dan sudah berjarak dari orang tuanya, anak yang mudah lupa terhadap orang tuanya. Anak yang tidak memikirkan orang tuanya.

Yang ketiga dinamakan dengan " Anak Pisang ". Bagaimana anak dari pohon pisang. Sifat dari anak pohon pisang adalah jika induknya sudah berangsur tua maka anaknya akan berjaga dan tumbuh disekeliling tempat tumbuh induknya. Sikap anak seperti ini digambarkan sebagai anak yang berbakti dan selalu menjaga orang tuanya. Apapun kondisinya dia tetapa berada disamping orang tuanya. Baik dikala senang atau pun susah dia tetap memperhatikan orang tuanya.

Yang keempat dinamakan dengan " Anak Kunci ". semua kita mengetahui bahwa kunci adalah alat yang digunakan sebagai pengaman rumah. Kunci dan Anaknya tidak bisa berpisah. Jika salah satu tidak ada maka tidak dapat digunakan. Anak kunci selalu setia dengan induknya. Anak kunci akan berpamitan  jika mau pulang ataupun jika mau bepergian.

Sifat atau karakter anak kunci ini menggambarkan anak yang selalu berpamitan kepada orang tuannya, anak yang selalu mengingat orang tua, anak yang mau menganggap orang tuanya sebagai sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Setelah berada jauh dia akan pulang dan pamit lagi dengan orang tuanya.

Mana kira-kira sifat atau karakter yang melekat pada diri kita, maka tak ada salahnya jika kita menjadikan alam sebagai pedoman dalam kelangsungan hidup kita, dan pilhlah sifat atau karakter yang baik sehingga kita bisa berbakti selalu pada orang tua, demi kebahagian dunia dan Akhirat nanti.


0 Response to "Beberapa Karakter Anak Di Minangkabau Berdasarkan Filosofi Alam"

Posting Komentar